Idris AS

11 04 2011

Tidak banyak keterangan yang didpti tentang kisah Nabi Idris di dalam Al-Quran mahupun dalam kitab-kitab Tafsir dan kitab-kitab sejarah nabi-nabi.Di dalam Al-Quran hanya terdpt dua ayat tentang Nabi Idris iaitu dalam surah Maryam ayat 56 dan 57:
“Dan ceritakanlah { hai Muhammad kepada mereka , kisah } Idris yang terdpt tersebut di dalam Al-Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sgt membenarkan dan seorang nabi. 57 – Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.” { Maryam : 56 – 57 }

Nabi Idris adalah keturunan keenam dari Nabi Adam putera dari Yarid bin Mihla’iel bin Qinan bin Anusy bin Syith bin Adam A.S. dan adalah keturunan pertama yang dikurniai kenabian menjadi Nabi setelah Adam dan Syith.
Nabi Idris menurut sementara riwayat bermukim di Mesir di mana ia berdakwah untuk agama Allah mengajarkan tauhid dan beribadat menyembah Allah serta membeeri beberapa pendoman hidup bagi pengikut-pengikutnya agar menyelamat diri darii seksaan di akhirat dan kehancuran serta kebinasaan di dunia. Ia hidup sampai usia 82 tahun.

Diantara beberapa nasihat dan kata-kata mutiaranya ialah : ~

  1. Kesabaran yang disertai iman kepada Allah membawa kemenangan.
  2. Orang yang bahagia ialah orang yang berwaspada dan mengharapkan syafaat dari Tuhannya dengan amal-amal solehnya.
  3. Bila kamu memohon sesuatu kepada Allah dan berdoa maka ikhlaskanlah niatmu demikian pula puasa dan solatmu.
  4. Janganlah bersumpah dalam keadaan kamu berdusta dan janganlah menuntup sumpah dari orang yang berdusta agar kamu tidak menyekutui mereka dalam dosa.
  5. Taatlah kepada raja-rajamu dan tunduklah kepada pembesar-pembesarmu serta penuhilah selalu mulut-mulutmu dengan ucapan syukur dan puji kepada Allah.
  6. Janganlah iri hati kepada orang-orang yang baik nasibnya, karena mereka tidak akan banyak dan lama menikmati kebaikan nasibnya.
  7. Barang siapa melampaui kesederhanaan tidak sesuatu pun akan memuaskannya.
  8. Tanpa membagi-bagikan nikmat yang diperolehnya seorang tidak dpt bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat yang diperolehinya itu.

Dalam hubungan dengan firman Allah bahawa Nabi Idris diangkat kemartabat tinggi Ibnu Abi Hatim dalam tafsirnya meriwayatkan bahawa Nabi Idris wafat tatkala berada di langit keempat dibawa oleh seorang Malaikat Wallahu a’alam bissawab.

Kisah-kisah Nabi Idris as. tidak banyak dibahas dalam Al-Quran. Namun, ia adalah keturunan keenam dari Nabi Adam yang mendapatkan hak kenabian dari Allah Swt. Menurut kitab tafsir, Nabi Idris hidup 1.000 tahun setelah meninggalnya Nabi Adam as.

Allah Swt. menganugerahi Nabi Idris as. dengan kepandaian dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan, seperti matematika dan astronomi. Nabi Idris as. juga diketahui sangat ahli dalam membuat alat-alat kebutuhan manusia.

Datangnya Tamu untuk Nabi Idris

Keseharian Nabi Idris as. salah satunya diisi dengan menjahit. Seperti tercantum dalam riwayat Ibnu Abbas, yang mengatakan bahwa “Daud adalah seorang pembuat perisai, Adam seorang petani, Nuh seorang tukang kayu, Idris seorang penjahit dan Musa adalah penggembala.” (dari al-Hakim)[1].

Setiap kali beliau memasukkan jarum untuk menjahit pakaian, tidak pernah beliau luput dari mengucapkan tasbih. Nabi Idris as. juga merupakan sosok yang selalu berpuasa. Amal dan ibadahnya yang luar biasa, mengundang keinginan malaikat maut (Izrail) untuk berjumpa dengan beliau.

Atas izin Allah, Malaikat Izrail pun datang menemui Nabi Idris as. dalam sosok seorang laki-laki yang rupawan. Tanpa mengetahui sosok asli yang menjadi temannya ini, Nabi Idris as. mengajak malaikat untuk melakukan perjalanan mengelilingi alam sekitar.

Tak terasa, sudah empat hari mereka bersiar-siar bersama dan menjadi sahabat. Nabi Idris menemukan kejanggalan pada diri temannya itu. Beliau merasa, tingkah laku temannya ini amat berbeda dengan sifat-sifat manusia biasa. Akhirnya, beliau pun tidak dapat menahan hasrat ingin tahunya. Lalu, terjadilah percakapan ini:

Nabi Idris as: “Wahai tuan, bolehkah saya tahu, siapakah tuan yang sebenarnya?”
Malaikat Izrail: “Saya adalah Malaikat Maut.”

Kaget sekali Nabi Idris mendengar jawaban teman barunya itu.

Nabi Idris as: “Apakah tuan datang untuk mencabut nyawaku?” tanyanya lagi.

Malaikat Izrail: (tersenyum) “Tidak, saya datang hanya untuk menziarahimu dan Allah Swt. telah mengizinkan niatku.”

Kemudian, Nabi Idris as. pun minta permohonan yang tidak mungkin diminta manusia biasa sekarang ini.

Nabi Idris as: “Wahai malaikat maut, kabulkanlah satu permintaanku kepadamu. Cabutlah nyawaku, kemudian tuan mohonkan kepada Allah agar menghidupkan aku kembali, supaya aku dapat menyembah Allah setelah aku merasakan dahsyatnya sakaratul maut.”

Malaikat Izrail: “Sesungguhnya saya tidaklah mencabut nyawa seorang pun, melainkan hanya dengan izin Allah.”

Kemudian, Allah Swt. memerintahkan kepada Malaikat Izrail, agar memenuhi permohonan Nabi Idris as. Maka dicabutnyalah nyawa Nabi Idris saat itu juga.
Ketika Malaikat Izrail melihat kematian Nabi Idris as. itu, ia pun menangis. Dengan perasaan iba dan sedih, ia memohon kepada Allah Swt. agar menghidupkan kembali sahabatnya itu. Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Allah pun menghidupkan kembali Nabi Idris as.

Melihat Surga dan Neraka

Nabi Idris as. adalah salah satu nabi yang pernah melihat surga dan neraka. Setelah permintaannya dikabulkan Allah Swt, Nabi Idris as. memohon untuk diperlihatkan surga dan neraka kepadanya. Atas izin Allah, Malaikat Izrail pun mengajak beliau untuk melihat dua tempat yang akan menjadi persinggahan terakhir bagi manusia itu.

Pertama-tama, malaikat membawa Nabi Idris as. ke tempat paling mengerikan, yaitu neraka. Baru sampai di dekat pintu neraka, Nabi Idris as. pingsan karena melihat penjaga pintu neraka yang wajahnya amatlah mengerikan. Beliau menyaksikan penjaga pintu neraka itu menyeret dan menyiksa manusia-manusia yang durhaka terhadap perintah Allah Swt. semasa hidupnya.

Belum pernah beliau menyaksikan tempat paling mengerikan selain neraka. Tak kuasa menyaksikan berbagai kengerian, Nabi Idris as. pun meninggalkan tempat itu dengan tubuh yang lemas.

Kemudian, Malaikat Izrail pun membawa Nabi Idris as. ke surga. Dikatakan bahwa malaikat penjaga pintu surga, yaitu Malaikat Ridwan, memiliki sosok yang rupawan. Malaikat Izrail pun memberi salam kepadanya. Malaikat Ridwan amat sopan dan ramah. Wajahnya yang berseri-seri mempersilakan mereka untuk memasuki surga.

Ketika melihat isi surga, beliau pun hampir pingsan. Namun, kali ini bukan karena takut atau ngeri, melainkan karena takjub akan pesona dan keindahan tempat ini. Dikatakan bahwa beliau melihat sungai-sungai mengalir jenih seperti kaca. Di pinggir sungai tersebut, tumbuh pepohonan yang batangnya berkilau-kilau karena terbuat dari emas dan perak.

Beliau juga melihat istana-istana pualam yang diperuntukkan bagi penghuni surga. Nabi Idris as. pun tak kuasa menahan keterpukauannya. Berkali-kali beliau mengucap “Subhanallah, Subhanallah, Subhanallah…”

Nabi Idris as. bahkan meminum air surga yang luar biasa nikmatnya. Berulang kali, ia mengucap “Alhamdulillah” setelah meminum air tersebut. Saat mengelilingi surga, beliau ditemani oleh para bidadari yang cantik dan anak-anak muda yang tampan.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: